(benarkah tuhan adalah makrokosmos?)
ku berdoa kepada tuhan
sang makrokosmos
yang melingkupi seluruh alam semesta
dan semua pergerakan yang ada di dalamnya
maupun di luar yang bisa dicerna manusia
yang memungkinkan terjadinya waktu,
rentetan kejadian,
peristiwa-peristiwa, benda-benda
dan zat, dalam berbagai dimensinya
ku berdoa kepada tuhan
sang alam dan makrokosmos
untuk menyelaraskan diri dengan geraknya
supaya mampu mengikuti jalan yang berliku
tawakal dalam arus takdir
seperti air yang mengalir di sungai
supaya mampu memahami hakikat diri
di tengah dunia dan alam semesta
dan memahami keseimbangan
sebagai inti dari pergerakan alam
ada baik, ada buruk
ada musibah, ada hikmah
ada suka, ada duka
selalu ada positif dan negatif
ku tak ingin meminta nasib baik
karena nasib baik, nasib buruk, siapa yang tahu?
(begitu kata anthony de mello, seperti yang dikutip kawanjaja.blogspot)
ku tak ingin meminta rejeki
karena rejeki semua orang sudah ada bagiannya masing2
ku tak ingin meminta petunjuk
karena petunjuk akan datang pada saatnya
ku tak ingin meminta berkat
karena aku sudah dilimpahi berkat dan anugerahnya
karena ku percaya tuhan selalu maha pengasih dan maha penyayang
ku tak ingin meminta kekuatan
karena alam dan hidup telah memberi kita kekuatan
karena ku percaya tuhan tak akan memberi cobaan di atas kemampuan kita
ku tak ingin meminta kesehatan
karena makrokosmos sudah punya jalannya sendiri
supaya manusia tetap sehat atau jatuh sakit
(yang penting mencoba hidup sebaik-baiknya)
ku hanya ingin bersyukur, bersyukur, dan bersyukur
karena syukur adalah awal dari tawakal
dan tawakal adalah kekuatan
untuk menjalani hidup di dunia yang tak tentu
(diilhami oleh berbagai tragedi, musibah, kecelakaan, dan bencana alam maupun bencana manusia beberapa tahun terakhir)
sang makrokosmos
yang melingkupi seluruh alam semesta
dan semua pergerakan yang ada di dalamnya
maupun di luar yang bisa dicerna manusia
yang memungkinkan terjadinya waktu,
rentetan kejadian,
peristiwa-peristiwa, benda-benda
dan zat, dalam berbagai dimensinya
ku berdoa kepada tuhan
sang alam dan makrokosmos
untuk menyelaraskan diri dengan geraknya
supaya mampu mengikuti jalan yang berliku
tawakal dalam arus takdir
seperti air yang mengalir di sungai
supaya mampu memahami hakikat diri
di tengah dunia dan alam semesta
dan memahami keseimbangan
sebagai inti dari pergerakan alam
ada baik, ada buruk
ada musibah, ada hikmah
ada suka, ada duka
selalu ada positif dan negatif
ku tak ingin meminta nasib baik
karena nasib baik, nasib buruk, siapa yang tahu?
(begitu kata anthony de mello, seperti yang dikutip kawanjaja.blogspot)
ku tak ingin meminta rejeki
karena rejeki semua orang sudah ada bagiannya masing2
ku tak ingin meminta petunjuk
karena petunjuk akan datang pada saatnya
ku tak ingin meminta berkat
karena aku sudah dilimpahi berkat dan anugerahnya
karena ku percaya tuhan selalu maha pengasih dan maha penyayang
ku tak ingin meminta kekuatan
karena alam dan hidup telah memberi kita kekuatan
karena ku percaya tuhan tak akan memberi cobaan di atas kemampuan kita
ku tak ingin meminta kesehatan
karena makrokosmos sudah punya jalannya sendiri
supaya manusia tetap sehat atau jatuh sakit
(yang penting mencoba hidup sebaik-baiknya)
ku hanya ingin bersyukur, bersyukur, dan bersyukur
karena syukur adalah awal dari tawakal
dan tawakal adalah kekuatan
untuk menjalani hidup di dunia yang tak tentu
(diilhami oleh berbagai tragedi, musibah, kecelakaan, dan bencana alam maupun bencana manusia beberapa tahun terakhir)


0 Comments:
Post a Comment
<< Home